Kurasi Ringkasan
Dasar Hukum
1. Permenkes 25/2014 tentang Upaya Kesehatan Anak Upaya Kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja dilaksanakan minimal melalui UKS dan PKPR.
2. Perbup Bogor Nomor 61 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
B. Masalah (Makro atau Mikro):
Pelayanan kesehatan harus dilakukan terhadap seluruh tahapan siklus hidup manusia (life cycle), sejak masih dalam kandungan, sampai lahir menjadi bayi, tumbuh menjadi anak balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa muda (usia produktif), dan akhirnya menjadi lanjut usia.
Masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remaja mengalami banyak tantangan baik dari diri mereka sendiri (biopsychosocial factors) ataupun lingkungan (environmental factors). Apabila remaja tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, mereka dapat berakhir pada berbagai masalah kesehatan yang begitu kompleks sebagai akibat dari perilaku berisiko yang mereka lakukan.
C. Isu Strategis:
Masalah kesehatan pada remaja sangat kompleks, mulai dari perilaku merokok, menggunakan narkoba sampai dengan perilaku seksual berisiko yang menyebabkan mereka hamil sampai dengan terinfeksi penyakit IMS maupun HIV dan AIDS. Permasalahan tersebut tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait.
Isu kesehatan dan faktor risiko yang paling berpengaruh pada Anak Usia Sekolah dan Remaja serta kondisi mereka saat dewasa kelak diantaranya adalah pernikahan dini , HIV AIDS, kesehatan reproduksi , zat adiktif , kesehatan jiwa , personal hygiene, Gaya Hidup.
Kondisi anak remaja terkait Gizi berdasarkan Riskerdas tahun 2018 , kasus Anemia pada remaja sekitar 12 % ( 15-24 tahun ) , sebanyak 65 % anak remaja yang tidak sarapan juga dan 98 % anak remaja putri tidak minum tablet tambah darah. Gambaran anak remaja di wilayah kerja puskesmas Ciomas berdasarkan hasil penjaringan yang dilakukan tahun 2017 2018 maka resiko kesehatan pada pelajar usia 10-18 tahun (SD, SMP,SMA dan sederajat ). Sebanyak 40,29 % pelajar tidak sarapan , resiko anemia 16.78 % , gangguan reproduksi 22,81 % , kebersihan 35,92 % . Masalah gizi juga perlu mendapat perhatian, seperti yang ditunjukkan dari hasil penjaringan yaitu pada anak usia 6-12 sebanyak 0,96 % mengalami kegemukan dan 1,87 % Kurus.
D. Metode Pembaharuan
Metode pembaharuan yang dilakukan dalam inovasi ini memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah, membentuk kelompok dukungan remaja, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR, terutama bagi remaja di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses.
E. Keunggulan:
Inovasi Saras 01 dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah, membentuk kelompok dukungan remaja, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR, terutama bagi remaja di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses.
Keunggulan bagi remaja Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang meliputi kesehatan reproduksi remaja, masalah kesehatan jiwa dan pencegahan, penyalahgunaan napza, gizi,aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), pencegahan kekerasan pada remaja. Mempersiapkan remaja untuk memiliki keterampilan Hidup Sehat melalui PKHS, aktualisasi diri dalam kegiatan peningkatan derajat kesehatan remaja dan Membantu remaja dalam memecahkan masalah kesehatan spesifik sesuai dengan keluhan yang dialaminya
F. Tahapan (Implementasi Produk):
Implementasi inovasi ini diselenggarakan bersifat fleksibel, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, permasalahan dan kemampuan sumber daya. Adapun tahapan pembentukan inovasi saras 01 ini sebagai berikut rapat internal , rapat exsternal, identifikasi kebutuhan dan MMD yang berkoordinasi dengan Linsek terkait seperti Camat Ciomas, Kapolsek Ciomas, Ketua PKK Ciomas , kepala desa Ciomas Rahayu ketua Kader kesehatan kecamatan Ciomas , SBH kwaran Ciomas, PLKB desa Ciomas Rahayu, kepala RW 01 desa ciomas rahayu. Adapun lokasi yang dipilih untuk menjalankan Inovasi Saras 01 ini adalah RW 01 desa ciomas rahayu sebagai kegiatan percontohan bagi remaja di wilayah kerja Puskesmas Ciomas.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya