PANUTAN
Berjalan
kesehatan
dr. Dedeh Salbiah
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Peningkatan Investasi
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
A. Dasar Hukum
1. Petunjuk Pelaksanaan Program Gizi, Dinas Kesehatan Tahun 2020
B. Permasalahan
Kasus terkonfirmasi positif Covid19 pada anak mengalami peningkatan bahkan menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara (Miles 2019). Kondisi ini dikhawatirkan
dapat meningkat prevalensi anak stunting, Provinsi Jawabarat memiliki prevalensi stunting 31%, penyumbang tertinggi adalah Kabupaen Bogor sekitar 28%. Menurut Dinas Kesehatan Jawa Barat (2015) daerah lokus stunting tertinggi didaerah Bogor terdapat di Kecamatan Caringin. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 30% kasus stunting yang ada di Kecamatan Caringin. Maka dari itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah peningkatan jumlah balita stunting serta malnutrisi lainnya adalah dengan tetap memantau tumbuh kembang anak terutama tinggi badan, berat badan serta perkembangan kognitif anak serta melalui edukasi gizi dan tumbuh kembang, agar orang tua lebih tanggap dapat memantau tumbuh kembang anak. Berdasarkan permasalahan tersebut Puskesmas caringin membuat inovasi program Pemantaun Tumbuh Kembang Anak (PANUTAN). Upaya ini juga tidak sekedar dilakukan oleh instansi kesehatan, namun dibutuhkan kolaborasi berbagai sektor atau
instasi terkait, seperti aparat desa, kecamatan, serta petugas PLKB.
C. Isu Strategis
Pandemi COVID-19 berdampak pada segala sektor dan kondisi, mulai dari pembatasan terhadap aktivitas masyarakat, pendidikan, perekonomian, kehidupan social masyarakat, dan yang paling utama adalah berdampak pada kesehatan masyarakat. Keadaan pandemi juga mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan rantai pangan yang dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi. Terdapat hubungan sinergis antara kekurangan gizi dan infeksi yang dapat meningkat dalam kondisi pandemi Covid-19. Peningkatan kasus Covid-19 pada anak menyebakan risiko terjadinya kekurangan gizi terutama stunting, bahkan apabila tidak segera ditangani dan terjadi pemburukan kondisi dapat menyebabkan kematian. Ketidakseimbangan asupan gizi dapat meningkatkan fatalitas dari infeksi covid-19. Sebaliknya, pasien yang terpapar Covid-19 berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Gizi memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan selama siklus hidup manusia. Pada balita kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang apabila tidak diatasi secara dini dapat berlanjut hingga dewasa. Peran keluarga terutama orang tua sangat penting dalam mengusahakan serta memantau tumbuh kembang anak agar dapat melakukan mencegahan terhadap kondisi malnutrisi dan gagal pertumbuhan.
D. Metode Pembaharuan ( Novelty )
PANUTAN (Pantau Tumbuh kembang Anak) adalah inovasi Puskesmas Caringin yang dirilis pada bulan Januari 2020. Inovasi ini bertujuan agar orang tua memiliki pengetahuan yang cukup sehingga dapat memantau tumbu kembang anak terutama tinggi, badan, berat badan, serta pertumbuhan kognitif dan motoroik meskipun kegiatan posyandu berkurang pada masa pandemi. Orang tua diberi informasi serta pegutahuan indikator serta standar tumbuh kembang anak melali KKA serta KMS, pemberian edukasi ini dapat dilakukan dengan kelas kecil baik daring maupun tatap muka dengan kelompok-kelompok kecil. Pemberian edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak ini diberikan angsung oleh Petugas Gizi, Promkes serta bagian PLKB desa. Agar mempermudah perhitungan status gizi setelah dilakukan penimbangan, orang tua balita memasukkan data kedalam aplikasi yang sebelumnya didownload melalu playstore.
E. Keunggulan
Keunggulan dari inovasi Panutan ini adalah sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara tatap muka maupun daring dengan kelompok-kelompok kecil. Pemberian edukasi yang diberikan langsung oleh Petugas Gizi, Promkes dan PLKB desa juga membantu memberikan informasi yang baik kepada orang tua.
F. Tahapan Proses Inovasi Panutan
Tahapan dalam Inovasi Panutan adalah sebagai berikut:
1. Penjaringan latar belakang masalah di lapangan
2. Perumusan ide dari masukan semua pihak / koordinasi dengan Kepala Puskesmas
3. Perancangan atau menyusun tim pengelola inovasi dan linsek
4. Impelementasi dengan melaksanakan minimal 1x sebulan diwilayah kerja Puskesmas Caringin
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 22 Sep 2024
- JAWA BARAT
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Bogor
JAWA BARAT
Pemerintah Kabupaten Bogor