KAK DEDI (KartuDeteksi Dini Penyakkit Tidak Menular/PTM)
Berjalan dengan pengembangan
kesehatan
UPTD Puskesmas Pracimantoro I
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan -
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Dasar Hukum
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, mendorong setiap daerah melakukan inventarisasi inovasi dan sebagai database inovasi daerah yang dimiliki oleh masingmasing daerah. Berdasarkan PP tersebut bertujuan untuk peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan peran serta masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah. Kemudian didukung oleh Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 138 tahun 2021 tentang Inovasi Daerah tahun 2021, untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, maka diperlukan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Inovasi daerah dapat berbentuk tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi daerah lainnya sesuai urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Latar Belakang
Pada era modernisasi ini, terdapat perubahan pola penyakit di berbagai negara, termasuk Indonesia. perubahan yang dimaksud yaitu dari tren penyakit menular ke Penyakit Tidak Menular (PTM). Peningkatan tren PTM ini disebabkan karena adanya transisi epidemiologi, tansisi demografi, dan transisi perilaku. Untuk yang paling sering terjadi adalah karena adanya transisi perilaku gaya hidup. Yaitu antara lain kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi sayur dan buah, perilaku merokok serta minum minuman keras. Untuk menanggulangi tren PTM yang semakin meningkat pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden No 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat. Kampanye Germas diharapkan menjadi upaya promotif yang sangat efektif dalam menanggulangi PTM. Adapun kegiatan Germas hidup sehat meliputi Akifitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur setiap hari, dan Cek Kesehatan secara Rutin.
Penjaringan Ide
Sebelum membuat inovasi, pengelola program PTM melakukan penjaringan ide yang dapat mengatasi masalah PTM yang ada. Adapun ide yang muncul untuk menyelesaikan masalah PTM antara lain pencanangan makan buah sayur seminggu 3x bersama keluarga, pembuatan kartu deteksi yang dapat dengan cepat mengetahui seseorang mempunyai faktor resiko untuk terkena PTM atau tidak, penyuluhan langsung kepada masyarakat yang datang ke Posbindu.
Pemilihan Ide
Ide yang dipilih adalah pembuatan kartu yang dapat mengidentifikasi seseorang apakah berisiko atau tidak terhadap PTM dengan mengisi kartu tersebut. Oleh karenanya inovasi ini dinamakan KAK DEDI PTM (KartuDeteksi Dini PTM). UPTD Puskesmas Pracimantoro I mengadakan kegiatan Inovasi PTM dengan KAK DEDI PTM atau Kartu Deteksi Dini PTM. Dengan mengisi kartu ini maka akan dapat dilihat dengan cepat apakah seseorang mempunyai faktor resiko untuk terkena PTM. Untuk kegiatan inovasi yang dilakukan dengan membuat dan mencetak Kartu KAK DEDI PTM. Kegiatan ini dilakukan dengan sasaran peserta posbindu.
Manfaat Inovasi (Terdapat kondisi sebelum dan sesudah)
Manfaat inovasi yaitu memudahkan dalam mengetahui ada atau tidaknya faktor resiko PTM pada sasaran/masyarakat setelah mengisi point-point dalam Kartu KAK DEDI PTM.
Dampak Inovasi (Sisi keunggulan dan kebaharuan/spesifikasi produk)
Dampak inovasi ini adalah Petugas kesehatan dapat melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengisian KAK DEDI PTM pada sasaran. Misalnya konsutasi, penyuluhan atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan hasil pengisian KAK DEDI PTM.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 04 Sep 2024
- JAWA TENGAH
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Wonogiri
JAWA TENGAH
Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri