GEMESH

Berjalan
kesehatan
dr. Sylvia Sinchona
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - Penghargaan Innovation Goverment Award
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      A. Dasar Hukum
1. Pedoman penanganan hipertensi pada kasus kardiovaskular-perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Indonesia (2015)
2. Pedoman pengobatan puskesmas
3. Modul kesehatan tradisional kemenkes 2015

B. Permasalahan
Masalah kesehatan penyakit kronis di wilayah kerja Puskesmas Sukadamai sejak 2 tahun terakhir jumlah hipertensi tahun 2018 sejumlah 2391 orang dan tahun 2019 sejumlah 1535 orang. Penyakit kronis cenderung menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen yang memperlihatkan adanya penurunan atau menghilangnya suatu kemampuan untuk menjalankan berbagai fungsi, terutama muskuloskletal dan organ-organ pengindraan.
Kondisi ini mendorong Puskesmas Sukadamai untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam penanganan masalah Kesehatan ini.
C. Isu Strategis
Penyakit kronik merupakan suatu kondisi yang dapat dikendalikan dan berlangsung lama, akan tetapi sulit untuk sembuh. Penyakit kronis bersifat permanen, meninggalkan cacat residual, disebabkan oleh perubahan patologis yang irreversibel, memerlukan pelatihan khusus untuk rehabilitasi, atau mungkin membutuhkan waktu lama dalam pengawasannya, observasi, atau perawatan.

D. Metode Pembaharuan (Novelty)
Gerakan Mengatasi Penyakit Hipertensi (GEMESH), merupakan
penanganan penyakit kronis khususnya Hipertensi dengan menjadikan Tanaman Obat Keluarga sebagai terapi pendukung dari terapi obat konvensional farmasi.

Adapun novelty yang dimiliki pada inovasi GEMESH dibuat sebagai upaya menurunkan angka kesakitan serta mengikutsertakan masyarakat dalam deteksi dini terhadap orang yang sudah mengalami penyakit hipertensi atau kronis.

E. Keunggulan 
1. Memberi edukasi mengenai cara membuat ramuan herbal secara langsung
2. Berkomunikasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat 

F. Tahapan Proses GEMESH
Tahapan dalam proses dari inovasi GEMESH adalah sebagai berikut:
1. Petugas dalam melaksanakan kegiatan selalu memperhatikan protocol kesehatan dengan prinsip 3M (mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan memakai masker) (5 menit)
2. Petugas melakukan pendataan jumlah sasaran yang termasuk kedalam resiko hipertensi yang ada diwilayah kerja puskesmas. (90 menit)
3. Petugas merencanakan kebutuhan obat medis dan tanaman herbal. (90 menit)
4. Petugas melaksanakan sosialisasi terkait metode penjaringan kasus hipertensi, penanganan medis dan non medis serta pengolahan tanaman herbal secara mandiri. (150 menit)
5. Pendistirbusian bibit tanaman dan penanaman tanaman herbal akan dipantau langsung oleh petugas puskesmas  kader Tokcer. (100 menit)
6. Petugas melakukan pemantauan rutin bulanan (120 menit)
7. Pencatatan evaluasi hasil panen dan pemantauan konsumsi rutin harian akan dilakukan sebulan sekali pada akhir bulan. (90 menit)
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 18 Sep 2024
  • JAWA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 82
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

JAWA BARAT

Pemerintah Kabupaten Bogor

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy