DANIA

Berjalan
kesehatan
Dr. Prambudi Arie Setoaji
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      A. Dasar Hukum
1. SK Kepala Puskesmas Cibening Nomor : 440/SK-009 /Pkm-Cib/ I /2020 tentang Tim Program Inovasi DANIA (DUTA ANEMIA)
2. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

B. Permasalahan
Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi petumbuhan yang sangat pesat tidak hanya fisik tapi juga mental dan sosial. Oleh karena itu untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dibutuhkan asupan zat gizi yang adekuat termasuk zat besi. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko anemia/kurang darah. 

Remaja putri (rematri) mempunyai risiko terkena anemia 10 kali lebih besar dibandingkan dengan remaja putra. Karena pada masa ini rematri mulai mengalami mengalami menstruasi yang mengakibatkan terjadinya kehilangan zat besi dalam jumlah yang banyak. Beberapa faktor penyebab yang meningkatkan risiko rematri terkena anemia antara lain adalah : Kurangnya asupan makanan yang cukup mengandung zat besi seperti daging, ikan dan sayuran berwarna hijau, diet ketat karena ingin langsing, sering melewatkan waktu makan, masa menstruasi yang panjang dan tidak teratur, dan aktivitas tinggi karena ikut berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler.

C. Isu Strategis
Berdasarkan Data Riskesdas 2018 proporsi anemia pada perempuan (27,2%) lebih tinggi dibandingkan pada laki-laki (20,3%). Proporsi anemia pada kelompok umur 15-24 tahun sebesar 32% tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Hampir 23% remaja putri di indonesia mengalami anemia alias kurang darah. Dengan jumlah remaja putri kurang lebih 21 juta, terdapat setidaknya 4,8 juta yang mengidap kekurangan jumlah sel darah merah (yang mengandung protein hemoglobin, Hb). 
Sel darah merah memungkinkan oksigen dari jantung di angmkut mke seluruh bagian tubuh(The Conversation, 2019). Remaja putri memiliki risiko tinggi untuk anemia dan kekurangan gizi (Upadhye JV dkk, 2017). Kebutuhan zat besi pada remaja putri meningkat karena mengalami pertumbuhan yang pesat pada masa pubertas. Anemia pada remaja putri dapat menurunkan daya tahan tubuh, kebugaran, dan prestasi belajar. Selain itu, tidak hanya memengaruhi kehidupannya dalam jangka pendek, namun berpengaruh pada jangka panjang yaitu kehamilan nantinya.

D. Metode Pembaharuan ( Novelty )
Dibentuknya inovasi yang diberi nama DUTA ANEMIA (DANIA) yang kegiatannya difokuskan pada upaya promotif untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri salah satunya dilakukan penyuluhan di sekolah SMP dan SMA. Selain itu, sosialisasi konsumsi TTD pada remaja putri dapat dilakukan pada orangtua siswa di sekolah agar memahami pentingnya kepatuhan mengonsumsi TTD bagi anaknya.

E Keunggulan
INOVASI SIGEOL (Sistem Informasi Geografis Layanan) memiliki keunggulan menanggulangi masalah kekurangan zat gizi besi pada remaja puteri dan memutus siklus stunting di wilayah kerja Puskesmas Cibening.

F. Tahapan Proses DANIA
1. Penentuan Sasaran: (150 menit)
a. Petugas berkoordinasi dengan petugas UKS dan guru di Sekolah
b. Petugas melakukan pendataan remaja puteri di Sekolah
c. Petugas menyeleksi remaja puteri di sekolah yang bersedia sebagai DANIA (Duta Anemia)
d. Petugas meyematkan pin kepada DANIA (Duta Anemia) sebagai simbol.

2. Pelaksanaan
a. Tim Inovasi memberikan motivasi dan bimbingan kepada DANIA (Duta Anemia) (30 menit)
b. Remaja puteri yang ditunjuk sebagai DANIA (Duta Anemia) proaktif melakukan sosialisasi terkait Anemia kepada remaja puteri lainnya di Sekolah (90 menit)
c. DANIA (Duta Anemia) dan petugas UKS melakukan pendataan remaja puteri yang memiliki gejala awal anemia seperti: lemah, letih, lesu, lelah, penglihatan berkunang-kunang, pusing, telinga berdenging, dan penurunan konsentrasi belajar.(60 menit)
d. Petugas melakukan pemeriksaan awal yaitu cek Hb kepada rematri dengan gejala anemia (90 menit)
e. DANIA (Duta Anemia) melakukan kegiatan rutin minum Tablet Tambah Darah (TTD) 1 minggu sekali bersama remaja puteri di Sekolah (15 menit)
f. Petugas melakukan pencatatan kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) berkoordinasi dengan DANIA (Duta Anemia) dan petugas UKS (10 menit)
g. Petugas melakukan pemeriksaan kadar Hb kepada remaja puteri dengan anemia selama pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) (60 menit)
h. Petugas melakukan monitoring dan evaluasi kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri di Sekolah (60 menit)
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 28 Sep 2024
  • JAWA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 153
  • 0
  • 0
  • 6

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

JAWA BARAT

Pemerintah Kabupaten Bogor

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy