ROKSTAR (ROKET SASAMBO UNTUK BELAJAR DAN BERMAIN MATEMATIKA)
Berjalan
pendidikan
Imam Subayil, S.Pd., M.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
RB Tematik - Prioritas Presiden
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Hasil belajar Matematika di sekolah dasar, khususnya yang berkaitan dengan materi jarak, waktu, dan kecepatan masih rendah. Hal yang sama terjadi pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarsa (SBdP). Hal ini disebabkan oleh proses pembelajarannya yang belum dirancang dan diaplikasikan secara tepat dan maksimal. Realitanya, pembelajaran Matematika selama ini masih dikuasai konsep yang ada pada buku. Sedangkan hakikat dari konsep pembelajaran di sekolah dasar, khusunya pada mata pelajara Matematika adalah materi dapat bersifat konkret saat pertama kali diserap oleh siswa. Akan tetapi, hal ini tentu sangat menyulitkan karena materi hubungan waktu, jarak, dan kecepatan tersebut yang lebih bersifat abstrak. Untuk itu, perlu di sini bagaimana guru dapat mengkonkretkan hal yang abstrak tersebut.
Dengan adanya permasalahan ini, inovator menghasilkan ide dengan inovasinya yang berjudul Rokstar (Roket Sasambo untuk Belajar dan Bermain Matematika). Dalam pembelajarannya, siswa membuat suatu produk Roket Sasambo secara berkelompok. Roket Sasambo dibuat dengan memanfaatkan bahan kertas HVS putih polos. Kertas tersebut diberikan motif batik Sasambo (batik khas suku Sasak Samawa Mbojo). Ada dua acara pemberian motif, yaitu dengan mewarnai/ mendesain menggunakan krayon/ alat warna lainnya. Ada juga cara mencari motif di google, lalu mencetak kertas dengan motif yang telah dipilih. Pemberian motif inilah masuk pada penilaian SBdP. Kertas yang telah memiliki motif, dibuat menjadi mainan Roket Sasambo. Caranya menggunakan teknik origami (teknik lipat kertas). Setelah menjadi roket, lalu diberikan ekor. Ekornya berupa kertas yang dibuat seperti meteran penjahit pakaian. Selanjutnya mainan Roket Sasambo yang sudah jadi digunakan dalam belajar.
Dalam pembelajaran, pertama siswa meluncurkan Roket Sasambo selama satu detik saja (siswa membawa stopwatch). Di sini siswa bermain ketepatan. Jika tepat satu detik, mereka mengukur jarak yang ditempuh dengan menarik ekor Roket Sasambo ke titik awal diluncurkan. Kemudian mencatatnya sehingga besaran jarak dalam satu detik itulah kecepatannya. Langkah selanjutnya, siswa meluncurkan Roket Sasambo sejauh-jauhnya, menghitung jarak dan waktunya. Lalu membaginya, dan itulah hasil kecepatan yang diperoleh. Dari kegiatan ini siswa lebih memahami konsep pembelajaran Matematika materi kecepatan. Sehingga hasil belajarnya bisa lebih meningkat.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 19 Sep 2024
- NUSA TENGGARA BARAT
- Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kota mataram
NUSA TENGGARA BARAT
Dinas Pendidikan