Pekan Murah (Pencegahan Kanker Mulut Rahim)
kesehatan
puskesmas banua lawas
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Deteksi dini sebagai upaya pencegahan kanker mulut rahim (serviks) dan Kanker Payudara diharapkan mampu menurunkan tingkat kematian perempuan Indonesia yang disebabkan penyakit kanker Rahim dan kanker payudara Sebagaimana data yang ada, Kanker serviks menjadi penyebab tertinggi angka kematian perempuan di Indonesia. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia.
Pada tahun 2017, berdasarkan data di Puskesmas Banua Lawas hanya 456 wanita dari 2703 target pasangan usia subur yang melakukan pemeriksaan tes IVA (16,8%). Pada tahun 2018 wanita yang periksa IVA dan Sadanis hanya sebanyak 379 orang. Pada Tahun 2019, wanita usia subur yang melakukan tes IVA dan SADANIS hanya sebanyak 141 wanita. Hal ini tentu menjadi permasalahan kesehatan pada wanita terutama penyakit kanker rahim di Puskesmas Banua Lawas. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar wanita masih merasa malu untuk memeriksakan diri selain itu juga tidak mendapatkan ijin dari suami. Selain itu, karena promosi dan informasi penyakit kanker pada wanita belum optimal, jadwal pemeriksaan tes IVA yang tidak tersosialisasi dengan baik, kemudian jika pemeriksaan dilakukan di puskesmas maka harus antre dengan pasien lainnya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, petugas puskesmas dan tim PKK bersepakat untuk membuat Inovasi Pekan Murah ( PEncegahan KANker MUlut RAHim) sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan wanita terutama untuk mencegah penyakit kanker payudara dan kanker lehar Rahim dengan kegiatan promosi kesehatan ke desa Bersama PKK Banua Lawas, pelayanan tes IVA tidak hanya dilakukan di puskesmas, namun juga meluas ke Poskesdes sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, serta melibatkan peran aktif kepala desa, kader, PKK desa untuk turut mensosialisasikan kegiatan ini agar wanita usia subur dapat mengikuti pemeriksaan ini. Pendekatan juga dilakukan dengan kunjungan ke rumah warga untuk menjelaskan kepada Pasangan Usia Subur tentang pentingnya tes IVA dan SADANIS (Periksa Payudara secara Klinis) ini dilakukan agar jika terdapat kelainan dapat diterapi lebih cepat.
Setelah melakukan upaya tersebut, Pada Tahun 2020 bulan Januari sampai maret dilakukan Promosi Kesehatan ke rumah warga yang belum melakukan pemeriksaan test IVA maupun Sadanis Kemudian dilakukan evaluasi selama 3 bulan pertama periksa IVA dan sadanis sebanyak 150 wanita. Sedangkan April 2020 sampai Desember 2020 semua kegiatan diperhentikan karena khawatir terhadap penyebaran corona semakin meluas. Pada Tahun 2021 pemeriksaan IVA belum bisa di laksanakan dengan alasan penyebaran covid 19 semakin meluas tetapi dilakukan promosi kesehatan melalui sosial media seperti Zoom, Whatshap, Facebook, dll dengan harapan masyarakat sudah bisa mengenali tanda gejala kanker mulut rahim dan kanker payudara sehingga pada saat kondisi sudah dinyatakan bebas covid 19 kegiatan IVA dan Sadarnis bisa dilaksanakan di Puskesmas maupun di Poskesdes dengan jadwal tertentu.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 28 Sep 2024
- KALIMANTAN SELATAN
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten tabalong
KALIMANTAN SELATAN
Puskesmas Banua Lawas