PETA HIPERMAT (PENTAS HIPORIA MATEMATIKA)
Berjalan
pendidikan
Arisandi Nirmala, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
Pentingnya belajarmatematikatidak terlepas dari perannya dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, dengan mempelajarimatematikaseseorang terbiasa berpikir secara sistematis, ilmiah, menggunakan logika, kritis, serta dapat meningkatkan daya kreativitasnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa matematika selalu dipelajari pada setiap jenjang Pendidikan.
Matematika sangat berhubungan dengan angka-angka dan rumus-rumus yang sifatnya tersurat dan tersirat. Oleh sebab itu, untuk memahami makna tersirat, matematika harus dipahami terlebih dahulu dengan maknanya yang tersurat yaitu terdapat angka-angka dan rumus-rumus khususnya pada jenjang Sekolah Dasar.
Matematika yang identik dengan rumus-rumus pada sebagian besar anak-anak di sekolah dianggap sangatlah sulit dan rumit. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman dan daya ingat terhadap rumus. Berdasarkan sebagian besar hasil penelitian kesulitan yang dihadapi anak-anak dalam belajar matematika dikarenakan kurangnya minat belajar dan motivasi belajar siswa terhadap matematika, siswa malas menghafal rumus-rumus matematika karena sulit untuk diingat, berkembangnya pembelajaran matematika yang menyebabkan perbedaan sistem pembelajaran dulu dengan sekarang.
Berdasarkan faktor penyebab matematika itu sulit dalam pembelajaran abad 21 yang menekankan guru sebagai fasilitator, motivator dan inspirator, kreatif dan inovatif dalam mencari akar pemecahan masalah belajar terutama matematika. Kebijakan terbaru mengenai merdeka belajar yang merupakan langkah untuk menstransformasi Pendidikan demi terwujudnya sumber daya alam manusia yang unggul di Indonesia. Merdeka belajar merupakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani pencapaian skor atau nilai tertentu. Merdeka belajar merupakan proses Pendidikan yang harus menciptakan suasana-suasana yang membahagiakan karena setiap anak memiliki keistimewaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dalam mengatasi permasalahan diatas dikaitkan dengan merebaknya permusikan di Indonesia baik musik nasional maupun internasional. Musik yang didalamnya terdapat lirik jika diperhatikan mampu menghipnotis sebagian besar masyarakat baik dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Tidak sedikit anak-anak mampu mengingat lirik musik dengan sangat baik dan sempurna.
Hal inilah yang menjadi landasan utama untuk mengisi memori siswa-siswi dengan musik/lagu dalam pembelajaran matematika terutama mengenai beberapa hal terkait rumus dan kata kunci dalam matematika yang merupakan dasar awal menyelesaikan suatu permasalahan yang sering kali dianggap sulit sehingga membuat siswa berat untuk mencoba.
Melalui PETA HIPeRMAT (Pentas Hiporia Matematika) siswa diajak untuk berbahagia sebelum belajar sesuai dengan konsep merdeka belajar dan berusaha membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar, mengingat dan menguasai rumus-rumus matematika serta konsep dasarnya sehingga pada penerapannya didalam kelas siswa dapat menyelesaikan Latihan dan soal-soal matematika serta mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan rumus-rumus matematika. Tujuan akhir dari kegiatan ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa terutama matematika.
Kegiatan PETA HIPeRMAT (Pentas Hiporia Matematika) telah diterapkan pada awal bulan Desember tahun 2020 di SDN 43 Mataram. Sasaran pertama adalah siswa siswi kelas tinggi yakni siswa kelas 4, 5 dan 6 SD. Namun seiring perjalanan waktu kepala sekolah memberikan peluang untuk menerapkan PETA HIPeRMAT disekolah setiap hari kamis pagi bertempat dihalaman sekolah untuk seluruh kelas. Inovator memperkenalkan lirik-lirik yang telah dirangkai kemudian membimbing melantunkannya dalam berbagai lagu yang menarik, asyik dan mudah diingat.
Lirik-lirik tersebut dilantunkan setiap hari kamis pagi. Proses mengingat rumus-rumus tanpa menghafal namun bisa menjadi hafal secara tidak langsung karena ada proses pengulangan menyanyikannya setiap minggu dengan alunan musik yang energik ceria dan menarik perhatian siswa. Proses pemahaman dilakukan Ketika siswa telah menyanyikan beberapa bait dari lirik rumus-rumus tersebut dijelaskan dan dipaparkan menggunakan pemanfaatan papan tulis ditengah halaman sekolah terkait rumus-rumus satu materi setiap minggunya. Penjelasan yang telah dipaparkan diuji melalui latihan beberapa soal-soal terkait. Kegiatan akan mulai berakhir ketika beberapa pertanyaan kuis dilemparkan inovator kepada semua siswa. Siswa yang dengan cepat dan tepat mampu menjawab dan memaparkan jawabannya diberi reward berupa boleh masuk kelas terlebih dahulu.
Didalam kelas, bapak/ibu guru lain memanfaatkan lagu ini sesuai dengan materi yang akan diajarkan dan diulangi sehingga siswa tidak lagi mengalami kesulitan. Sehingga proses pembelajaran didalam kelas lebih mudah dan hasil belajar matematika dapat ditingkatkan. Untuk siswa kelas rendah, lagu ini mereka ulang-ulangi karena telah ada proses memperkenalkan saat dihalaman sekolah. Dengan musik yang ceria, lirik-lirik berupa rumus sangat mudah untuk dinyanyikan dan tanpa disadari meskipun siswa-siswi kelas rendah belum memahaminya secara matang ada kebaikan yang diperoleh mereka lebih dahulu menghafal rumus tanpa proses menghafal yang menyiksa tetapi proses pengulangan yang menjadikan rumus selalu ada dalam ingatan.
PETA HIPeRMAT (Pentas Hiporia Matematika) sebuah inovasi yang diyakini dapat membantu siswa siswi SDN 43 Mataram bahkan siswa-siswi lainnya untuk mengajak terlebih dahulu bergembira melalui lagu yang membungkus rumus matematika. Pada kenyataannya, melalui lagu ini terjadi peningkatan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika.
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 20 Sep 2024
- NUSA TENGGARA BARAT
- Pendidikan Berkualitas
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kota mataram
NUSA TENGGARA BARAT
Dinas Pendidikan