PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN KREATIVITAS ILMIAH

Berjalan
pendidikan
Nina Nisrina, M.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter bagi peserta didik mendeskripsikan bahwa penguatan pendidikan karakter meliputi nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Peraturan ini menjadi acuan pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang responsif terhadap perubahan dan tuntutan jaman.
 Situasi pembelajaran abad 21 atau yang terkini memasuki era 4.0 menuntut peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam berpikir tingkat tinggi atau yang dikenal dengan HOTS (High Order Thinking Skills). Berdasarkan pada Permendikbudristek Nomer 13 Tahun 2022, diketahui bahwa pembelajaran saat ini harus membangun manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan berfikir tingkat tinggi. Segala tuntutan diatas harus dijawab dengan memberikan pengalaman belajar yang mampu aktual dan relevan dengan kebutuhan jaman. Salah satu mata pelajaran yang mungkin selama ini masih dirasa sebagai momok bagi siswa adalah IPA. Menurut observasi bahwa selama ini pembelajaran IPA cenderung tidak interaktif dan masih tradisional dimana murid masih sebagai objek dan hanya diajari konsep. Penulis merasa perlunya merancang bahan ajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang mana bermanfaat bagi peningkatan kemampuan berpikir peserta didik terutama pada literasi sains dan kreativitas mereka. Inovasi yang dilakukan berupa penerapan bahan ajar IPA berbasis Blended Learning untuk meningkatkan literasi sains dan kreativitas ilmiah peserta didik. Ujicoba dilakukan di sekolah menengah pertama di kota Mataram tepatnya di dua sekolah dengan subjek uji berupa peserta didik kelas IX. 
Kebaharuan dari inovasi ini berupa terintegrasinya blended learning pada bahan ajar yang digunakan serta proses belajar yang dilakukan. Pengintegrasian blended learning pada tahun penelitian untuk inovasi ini juga didasarkan pada permendikbud nomor 113 tahun 2014 yang menyatakan bahwa harus ada kolaborasi pembelajaran konvensional dengan teknologi untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Bahan ajar ini berupa buku yang berisi materi kemagnetan untuk IPA kelas IX yang dibuat untuk proses belajar hybrid sehingga dapat digunakan secara offline maupun online. Di setiap sub materi terdapat akses online pada moodle.cloud yang merupakan learning website sehingga peserta didik mampu mengakses bentuk pembelajaran virtual atau informasi terkait sub materi tersebut. Kebaharuan lain yang terintegrasi dalam bahan ajar ini juga berupa kotak literasi sains dan kreativitas ilmiah yang langsung diintegrasikan pada setiap sub-materi. Pembelajaran yang terlaksana juga terintegrasi dengan literasi sains serta penunjang kreativitas ilmiah peserta didik. Bahan ajar yang berbasis pada pembelajaran online saja menjadi sangat kurang dan tidak memenuhi kebutuhan pendidik dalam menyampaikan informasi. Oleh karena itu dibutuhkan bahan ajar yang terintegrasi dengan dua proses belajar, secara offline ataupun online. Selain itu, penggunaan sistem blended learning sangat bagus dan tepat untuk mengajari materi fisika yang terdiri dari konsep konkrit dan abstrak untuk meminimalisir kekurangan alat, dan tidak cukupnya waktu pembelajaran.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 19 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 57
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy