TOMATS

Berjalan
kesehatan, stunting
drg. Doni Aria Candra, MKM
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      A. Dasar Hukum
1. SK Kepala Puskesmas Nomor 440/SK.031/I/2017-Pkm Cibungbulang tentang Kebijakan Pedoman Penyelenggaraan UKM UPT
2. Puskesmas Cibungbulang;Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

B. Permasalahan
Untuk mendorong percepatan di dalam pencegahan dan penanganan stunting perlu diupayakan pemberian makanan tambahan sumber protein tinggi seperti susu, telur, dan daging atau dalam bentuk minuman Enteral Protein Tinggi. Di Puskesmas Cibungbulang berdasarkan hasil bulan penimbangan balita bulan agustus 2018 angka balita stunting (TB/U kategori sangat pendek dan pendek) sebanyak 516 balita adalah 10,2 %, angka ini memang masih di bawah angka Riskesdas tetapi cukup menggambarkan bahwa ada gangguan pertumbuhan atau masalah gizi kronis pada balita.

C. Isu Strategis
Untuk itu diperlukan upaya perbaikan untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (interpensi gizi sepesipik) dan upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung (interpensi gizi sensitif). Kontribusi Intervensi gizi sensitif umumnya dilakukan disektor kesehatan, meskipun hanya 30%, sedangnkan 70% nya merupakan kontribusi intervensi gizi sensitive yang melibatkan berbagai sektor terkait. 

Upaya intervensi gizi sensitif untuk balita pendek di fokuskan pada kelompok 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Tidak hanya masa 1000 HPK saja tetapi harus diperhatikan pada masa rematri sehingga dapat mempersiapkan secara lebih baik pada masa pasangan usia subur (PUS).
D. Metode Pembaharuan ( Novelty )
Inovasi TOMATS ini berjalan melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat sehingga pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi buming dan ramai dibicarakan oleh masyarakat. Kemudian disamping dilakukan pemberdayaan tahap selajutnya adalah bagaimana menurunkan angka stunting dimulai dari persiapan remaja putri sampai pada 1000 HPK. Tentunya inovasi TOMATS tidak hanya melibatkan program gizi saja tetapi harus bekerja sama dengan lintas program dan juga lintas sectoral.


E. Keunggulan
1. Dikususkan untuk menekan angka stunting pada balita
2. Dilaksanakan serta dikoordinasikan oleh tenaga kesehatan professional

F. Tahapan Proses TOMATS
1. Balita datang ke posyandu
2. Petugas melakukan pengukuran tinggi badan
3. Petugas melakukan pencatatan tinggi badan
4. Petugas memasukan data penilaian data status gizi sesuai standar WHO 2005
5. Petugas melaporkan hasil penilaian status gizi stunting
6. Balita pulang
7. Kegiatan dilakukan dalam 1 hari kunjungan
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 21 Sep 2024
  • JAWA BARAT
  • Kehidupan Sehat dan Sejahtera

0

1

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 126
  • 0
  • 0
  • 6

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

JAWA BARAT

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy