RAPOR KEBUGARAN JASMANI SISWA (RABU JAWA)

Berjalan
pendidikan
Erwan Prasetyo Utomo, S.Pd
SDG's - Pendidikan Berkualitas
Oecd -
RB Tematik -
Penghargaan - INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD 2022
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Pendidikan di indonesia menurut Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di berikan melalui dua jalur yaitu pendidikan formal dan non formal. Sekolah merupakan jalur pendidikan formal yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Dalam proses pelayanan pendidikan sebagai pendidik layaknya melaksanakan 3 tahap pembelajaran yaitu tahap perencanaan (merancang perencanaan dan perangkat pembelajaran), pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran (penilaian hasil belajar siswa mengenai sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan), Permendikbud 53 tahun 2015 tentang penilaian oleh pendidik dan satuan Pendidikan pada Pendidikan dasar dan Pendidikan menengah. Berikutnya berdasarkan UU RI no 3 tentang sistem keolahragaan nasional bab V pasal 4 menyatakan bahwa Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa. Berdasarkan beberap aturan yang telah tertuang dalam undang-undang maka perlu adanya usaha untuk mewujudkan tujuan tersebut termasuk dalam lingkungan sekolah yang erat hubungannya dengan anak-anak.
Pada paragraf pertama telah memaparkan beberapa aturan yang mengatur tentang Pendidikan, penilaian dan system olahraga nasional yang dapat kita ambil garis lurus dalam mewujudkan tujuan masing-masing. Dalam dunia Pendidikan kebutuhan kebugaran jasmani sangatlah tinggi hal ini didukung dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Achmat dkk (2013), Sugianto dkk (2014), Hidayat dkk (2015), dan Ramadhanie dkk (2020) tentang hubungan kebugaran jasmani dan prestasi akademik siswa, menunjukan adanya hubungan positif atau searah antara kebugaran jasmani dengan tingkat prestasi akademik siswa. Yang memiliki arti bahwa semakin bugar anak maka semakin baik prestasi akademiknya. Selain itu dibandingkan anak-anak yang kurang fit, anak yang sangat bugar memiliki otak subkortikal yang lebih besar, aktivasi otak yang lebih efisien, kontrol penghambat superior, memori kerja, prestasi akademik yang lebih baik.
Namun dalam penelitian lain menunjukan kurangnya tingkat kebugaran jasmani siswa yaitu pada Arif dkk (2021) menunjukan data dari 50 siswa putra 47 siswa (94%) kategori sangat buruk, 1 siswa (2%) kategori buruk, 2 siswa (4%) kategori sedang. Dan dari 60 siswa perempuan 40 siswa (66,66%) kategori sangat buruk, 11 siswa (18,33%) kategori buruk, 8 siswa (13,33%) kategori sedang dan 1 siswa (1,66%) kategori baik. Selain dari hal itu berdasarkan pengalaman di lingkungan inovator juga masih diketemukannya kondisi kebugaran jasmani yang kurang terutama pada Indeks Masa Tubuh (IMT) yang diperoleh dari data penjaringan dari pihak puskesmas pada saat awal tahun ajaran di kelas 7 diperoleh data dari 148 siswa SMPN 23 Mataram 80 (54%) diantaranya berada pada kategori sangat kurus s/d kurus, 4 (2,7) gemuk/obesitas dan 64 (43,3%) ideal kurus s/d ideal gemuk.
Fenomena kurangnya tingkat kebugaran jasmani siswa dapat terjadi karena beberapa faktor baik faktor internal (dari siswa) maupun faktor eksternal (lingkungan rumah dan sekolah). Setelah melakukan analisis mengenai beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi hal tersebut dapat dirumuskan bahwa belum adanya bentuk dokumen komunikasi yang menggambarkan perkembangan tubuh dan kebugaran jasmani siswa. Sehingga menyulitkan untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut secara berkala guna mencapai tujuan keolahragaan nasional.
Dalam upaya menyelesaikan problematika tingkat kebugaran siswa ini telah diambil beberapa upaya dengan giat melaksanakan penyuluhan tentang pentingnya kebugaran jasmani baik yang dilakukan oleh sekolah, puskesmas maupun dinas terkait dan program penjaringan yang dilakukan oleh Puskesmas setiap penerimaan siswa baru. Sebagai salah satu upaya yang dilakukan pada SMPN 23 Mataram dalam mengatasi problematika tersebut dan setelah melakukan diskusi dengan rekan sejawat, pengawas Pembina, dan Puskesmas pembina kami melakukan inisiasi untuk membuat sebuat dokumen komunikasi berupa Rapor kebugaran jasmani siswa yang dilakukan antara 3 atau 6 bulan sekali sehingga tersedia data kebugaran secara berkala, mudah diakses, dan dapat digunakan sebagai tolak ukur perkembangan tubuh serta kebugaran jasmani siswa. Program ini kami beri nama RABU JAWA (Rapor Kebugaran Jasmani Siswa) yang didalamnya terdapat Indeks Masa Tubuh (IMT), hasil Tes Kesegaran Jasmani siswa (TKJI) dan hasil tes keberbakatan siswa dalam olahraga. Dan yang menjadi pembeda antara RABU JAWA dengan program Penjaringan yang dilakukan oleh Puskesmas adalah dalam hal penyajian data jika pada program penjaringan yang disediakan adalah tentang Kesehatan seperti kesehtan mata, tensi darah, pengecekan kadar HB dll, maka didalam rabu jaw aini akan melengkapi hal tersebut dengan menyajikan angka kebugaran jasmani siswa dan keberbakatan siswa dalam olahraga.
Dalam proses penggunaannya RABU JAWA ini menggunakan Aplikasi berbasis web yang dirancang dan dibangun dengan memanfaatkan Google form sebagai sarana input data, google sheet sebagai sarana pengolah data, Google Data Studio sebagai penampil hasil data dan Google site sebagai penampil aplikasi / User Interface. Sebagai gambaran pemanfaatan berikut adalah langkah-langkah penggunaan RABU JAWA :

Guru Menekan link yang dibagikan melalui website erwanprasetyo.my.id atau Whatsapp grub
Melakukan pembuatan ekstensi agar mudah dibuka kembali berikutnya
Melakukan Tes Pengukuran Tinggi dan Berat badan, dan melakukan tes kebugaran jasmani indonesia
Memilih Menu Input data
Mengisi Form yang disediakan dengan cara mengisi biodata, hasil tes dan persetujuan data
Kebali kehalaman Beranda RABU JAWA
Memilih menu Cek Rapor dan menyesuaikan kebutuhan data
Data sudah siap di gunakan

Rabu Jawa ini telah kita susun sejak bulan Desember 2020 dan telah kami ujicobakan untuk membuat rapor di sekolah kami pada awal tahun 2020 yaitu pada bulan januari sebagai data dasar hingga maret 2020 sebagai data mid namun berhenti dikarenakan pandemic covid-19 sehingga keberadaannya sempat vakum. Yang kemudian di mulai Kembali setelah adanya pertemuan tatap muka terbatas pada awal ajaran 2021/2022 Juli yang kemudian kami publikasikan dan mulai bagikan bagi guru PJOK yang berminat menggunakan aplikasi ini dalam mempermudah memperoleh data perkembangan tubuh dan kebugarab jasmani siswa. Dan sampai dengan hari ini pokok perubahan yang dapat langsung dirasakan dengan adanya RABU JAWA ini adalah :
1. Tersedianya data perkembangan tubuh dan kebugaran jasmani siswa secara berkala
2. Guru PJOK lebih mudah menentukan tindak lanjut bagi siswa yang tingkat kebugaran jasmaninya rendah
3. Orang tua dan siswa dapat mengetahui perkembangan dan kondisi kebugaran siswa.
4. Tersedianya bank data yang dapat digunakan sebagai seleksi awal penentuan atlet berbakat jika dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 20 Sep 2024
  • NUSA TENGGARA BARAT
  • Pendidikan Berkualitas

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 1142
  • 0
  • 0
  • 0

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota mataram

NUSA TENGGARA BARAT

Dinas Pendidikan

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy