Sekolah Keluarga

Berjalan dengan pengembangan
pendidikan, partisipasi keluarga,
NINI RAHMI, SKM., M.M
SDG's - Tanpa Kemiskinan
Oecd -
RB Tematik - Penyelesaian Kemiskinan , Peningkatan Investasi
Penghargaan - Top 99/2020
Kompetisi -

Kurasi Ringkasan

                      Kunjungan masyarakat dari luar Bukittinggi sangat tinggi. Hal ini bisa jadi sebagai dampak visi dan misi Pemerintah Kota Bukittinggi yang ingin mewujudkan Bukittinggi kota tujuan wisata, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa yang berlandaskan nilai agama dan budaya. Posisinya yang strategis, yaitu berada di perlintasan juga turut menambah tinggi animo orang untuk berkunjung ke Bukittinggi.
Namun, kondisi ini tak dapat dimungkiri menimbulkan dampak negatif berupa persoalan sosial yang memperlemah ketahanan keluarga. Salah satu penyebab utama adalah tidak berjalannya fungsi keluarga. Melihat fakta di atas, Pemerintah Kota Bukittinggi terinspirasi membentuk Sekolah Keluarga. Kebijakan ini bertujuan menjawab berbagai persoalan tersebut, sasaran utamanya keluarga rentan ekonomi dan rentan sosial .
Melalui Sekolah Keluarga, Pemerintah berupaya mencegah meluasnya persoalan sosial di masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya yang mengalami masalah. Pelaksanaannya terbilang sederhana. Dimulai dari kriteria peserta yang dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga dengan persyaratan telah menikah dan bisa tulis baca.
Waktu pembelajaran singkat dan praktis hanya dua jam per minggu dengan lokasi belajar yang mudah dijangkau peserta. Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi untuk memberikan dan mengantarkan pelayanannya kepada masyarakat, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti Sekolah Keluarga.
Selain itu juga ada informed consent yang mengikat peserta untuk harus menerapkan ilmu yang didapat di sekolah keluarga, ke dalam keluarga sendiri dan menjadi model serta penggerak ketahanan keluarga di lingkungannya. Kurikulum di Sekolah Keluarga bersifat dinamis sesuai kebutuhan peserta dan melibatkan pemangku kepentingan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal.
Sekolah Keluarga ini dilaksanakan dalam 16 kali pertemuan, 12 kali di kelas dan 4 kali kuliah umum. Materi yang disampaikan 8 fungsi keluarga dengan sub materi sesuai kebutuhan peserta, sehingga pemahaman peserta lebih maksimal dan aplikatif. Sampai tahun 2020 , peserta Sekolah Keluarga mencapai 1.216 orang.
Setelah tahun ke tiga pelaksanaan, dirasakan dampaknya kepada kualitas ketahanan keluarga, diantaranya pelaksanaan Isbath Nikah bagi pasangan yang belum memiliki legalitas, penurunan kasus kekerasan terhadap anak, angka perceraian tingkat kriminalitas, balita stunting, HIV AIDS, dan dilaksanakannya kegiatan Parenting Pra Nikah untuk memutus mata rantai rapuhnya ketahanan keluarga.
Melihat dampak positifnya yang signifikan dan terjalinnya hubungan yang semakin kuat di tungku tigo sajarangan (tokoh ulama, tokoh adat dan pemerintah) maka Pemerintah Kota Bukittinggi menjadikan program Peningkatan Kualitas Keluarga yang diimplementasikan dalam bentuk Sekolah Keluarga menjadi program prioritas daerah yang dituangkan dalam RPJMD Kota Bukittinggi dengan dana yang telah tersedia setiap tahunnya.
Sekolah keluarga mudah dipindahkan, diadaptasi, karena kesederhanaan pelaksanaannya dan low cost , dukungan berbagai pihak dan gencarnya pemberitaan di media cetak dan on line menyebabkan banyak daerah di Indonesia berkunjung ke Kota Bukittinggi untuk mengadopsi Sekolah Keluarga ini.
                    
        

Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya

  • Publikasi
  • Provinsi
  • SDG's
  • 18 Oct 2024
  • SUMATERA BARAT
  • Tanpa Kemiskinan

0

0

  • Dilihat
  • Minat
  • Kesepakatan
  • Replikasi
  • 1322
  • 0
  • 0
  • 31

Wilayah Instansi & Inovasi

Pemerintah Kota Bukittinggi

SUMATERA BARAT

Dinas P3APPKB

Hak Cipta(C)2022 - 2026 Etalase Pelayanan Publik dari Seluruh Daerah di Indonesia | Privacy Policy