ASRI (Anak Sehat Rohani Jasmani dengan Sikat Gigi, Cuci Tangan, dan Bersuci)
Berjalan
puskesmas, kemiskinan, kesehatan, perilaku hidup bersih sehat
Fitri Riati,AmKG,SKM
SDG's - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Oecd -
RB Tematik -
Penyelesaian Kemiskinan
Penghargaan - TOP 99/2021
Kompetisi -
Kurasi Ringkasan
<p>Hasil Riskesdas Tahun 2018 menyatakan hanya 2,8% penduduk Indonesia menyikat gigi secara benar. Adapun prevalensi gigi berlubang anak usia dini mencapai 93%, artinya hanya 7% anak Indonesia bebas karies. Puskesmas Padang Lua Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam mempunyai 24 Sekolah Dasar, dan dari hasil evaluasi program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak sekolah tahun 2018 diketahui tingkat pengetahuan anak tentang cara menyikat gigi dan CTPS sudah baik, mencapai 89% anak mampu memperagakan kegiatan tersebut. Akan tetapi, prevalensi karies masih tinggi, penyakit cacing anemi masih ada, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan anak belum tercermin dalam perilaku kehidupan sehari-hari, disebakan belum adanya air dan sarana sanitasi yang baik, demonstrasi Sikat Gigi dan CTPS belum efektif dan efisien, yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sisa dari limbah kegiatan berserakan dan hal ini akan meyebabkan penularan penyakit secara cipratan air ludah (droplet). Begitu juga dengan berwudhu yang merupakan cara umat Islam dalam bersuci menggunakan air sebelum melaksanakan ibadah sholat di sekolah. Asri (Anak Sehat Jasmani Rohani dengan Sikat Gigi,Cuci Tangan, Bersci ) adalah inovasi pada program Upaya Kesehatan Masyarakat ( UKM ) mengintegrasi demonstrasi sikat gigi, cuci tangan dan berwudhu, dengan menggunakan sarana air bersih serta sanitasi yang baik berupa kran air yang terpasang pada pipa atau sejenisnya. ASRI dilaksanakan secara berkelompok, yaitu 10-30 orang setiap hari di sekolah. Sholat berjamaah dapat di laksanakan tanpa harus menunggu antrian berwudhu. ASRI Menanamkan prinsip murah, diperluas, berkesinambungan, serta menerapkan pola gunakan-jaga-pelihara pada anak serta berjalan dengan komitmen bersama pemangku kebijakan dan masyarakat. Perubahan prilaku tersebut berdampak terhadap penurunan angka karies gigi pada gigi geraham pertama pada murid kelas V dan VI, penyakit diare, kulit, penyakit saluran pernafasan, serta penyakit menular lainnya sehingga tercapainya derajat kesehatan anak baik secara jasmani maupun rohani melalui pemahaman dan pengalaman gaya hidup bagi anak secara dini serta mendukung dalam capaian nasional SDGs. Sekolah ASRI telah berkembang menjadi sekolah Adywiata, Sekolah Sehat. Di masa pandemi COVID-19 sekolah telah mempunyai sarana yang menjadi persyaratan untuk tatap muka di sekolah dan anak-anak telah terbiasa melaksanakan CTPS jauh sebelum pandemi dengan mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan yang sudah ada untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru. ASRI dapat diterapkan di sekolah tidak hanya di Kabupaten Agam tapi di seluruh Indonesia. Organisasi Profesi Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) memberikan apresiasi dengan memberi kesepatan untuk memperkenalkan ASRI pada tingkat nasional maupun daerah melalui workshop yang dilaksanakaan Dinas Pendidikan.</p>
Daftar / Masuk
untuk melihat informasi selengkapnya
- 11 Dec 2024
- SUMATERA BARAT
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera
- Dilihat
- Minat
- Kesepakatan
- Replikasi
Wilayah Instansi & Inovasi
Pemerintah Kabupaten Agam
SUMATERA BARAT
Puskesmas Padang Lua